The people are hungry for justice, as hungry for bread: you want to find justice in the last stick of their hopes.

People want a justice system more agile. It is unreasonable that a question to linger a five-year period or until a decade to reach its end. You can shorten the course of justice, subject to fundamental principles such as adversarial ( the clash of parties), the careful production of evidence (, the diligent pursuit of truth) and two levels of jurisdiction (the right of appeal against decisions and rulings). The abbreviation of justice demands a change in laws, modernization of the judiciary and secular change of habits that persist unchanged.

It must be that justice for the poor is most efficient. Justice is not charity, but right. One instrument to achieve this goal is the establishment and maintenance of a Public Defender valued, responsive and competent, we argue in a recent article published in this newspaper.

If the Justice for the poor should be entirely free, also for those who pay fees, the court should be cheaper. Justice is expensive, the cost Cartor, in some cases are very high. Often, middle-class citizens retard the settlement of legal situations to escape the unbearable weight of charge.

We need to understand that justice is a collective work. Everyone should feel servants, workers, unadorned silly, not misplaced submissions. Both are important to the judge, the judge, the minister, the prosecutor, the prosecutor, the lawyer, as the officer of Justice, the clerk, the porter of the auditoriums, the more modest server. If any piece of gear failure, the set does not work.

The people should feel an agent of justice, participant, actor. Justice belongs to the people there for the people, that sense of justice and right of the people is a requirement of citizenship.

The courts should be less formal, more direct and understandable, it must relinquish impenetrable codes, secret sessions and other stratagems intend to hide what should always be done in the open.

The court can not frighten the public, oppress, set walls to discourage the pursuit of rights by the weak. Judges and other employees should be courteous, attentive, understanding that justice is an essential public service that the people are the creditors.

The courts must be sensitive, able to hear the pain of the courts. The word has a gift for free. Servers Justice should always be available to hear the cries of those who call for help from the law.

Justice must be unpolluted. It is unacceptable corruption within the Justice. A corrupt magistrate exceeds in moral baseness, the most dangerous and nasty villain.
Menjelang konggres PMII 2011 di Kalsel, banyak cabang-cabang melakukan pertemuan untuk membahas strategi gerakan, menentukan siapa yang akan mereka pilih, dan merumuskan berbagai pikiran dalam rangka menuju perubahan ke arah yang lebih baik dalam perubahan sosial.

Merumuskan Tujuan Jangka Panjang PMII

Seorang sosok Ketua Umum PB PMII, tentunnya mempunyai batasan umur , Namun berbeda dengan Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia . Organisasi ini akan mempunyai umur yang panjang dan akan dibutuhkan masyarakat dalam menyelesaikan problematika di berbagai aspek kehidupan. Tentunya menjadi hal yang wajib apabila tujuan ini benar-benar tertata, sehingga kita tidak kehilangan orientasi gerakan.

Mimpi tentang peradaban bangsa Indonesia

Kita harus mempunyai mimpi terciptannya peradaban bangsa Indonesia yang adil dan makmur. Realitas sejarah dan kenyataan hari ini akan terus mempengaruhi kebutuhan PMII sendiri. Gerakan ini tentunya membutuhkan kesadaran kolektif, komitmen perjuangan, pembangunan kapasitas SDM dan penguatan basis kultur .

Semoga Konggres PMII XVII di Banjarbaru, mampu mewujudkan hal itu.
Jangan lupa pilih : ……………………………….sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Masa Jabatan 2011-?.He..he...maaf kena sensor. Siapa yach …yang pantas berada dalam titik-titik tersebut ?...wkwkkwkwkwkk
Resensi oleh:bogisubasti
House Of Glass / Rumah Kaca Karya Pramoedya Ananta Tour merupakan novel yang muncul dari pembacaan realita maupun sejarah yang kuat, novel ini adalah salah satu dari karya Pram diantara roman empat jilid lainnya / tetralogi. Sebuah novel kepahlawanan, gairah, dan pengkhianatan,dan memberikan kesimpulan yang spektakuler untuk sebuah literatur yang hebat sebagai salah satu karya besar sastra modern. Pada awal Novel Rumah Kaca ini,Dikisahkan Minke,sebagai penulis dan pemimpin gerakan , kini dipenjara - dan narasi telah beralih ke Pangemanann, mantan polisi, orang pribumi yang mempunyai tugas memata-matai dan melaporkan mereka yang melanjutkan perjuangan kemerdekaan . Namun pemburu menjadi yang diburu. Pangemanann adalah korban dari hati nurani sendiri dan telah datang untuk mengagumi musuhnya. Ia harus memutuskan apakah hukum ini adalah untuk menjaga hak-hak rakyat atau untuk mengontrol rakyat. Ia takut akan kehilangan posisinya, keluarganya, dan menghormati dirinya. Pangemanann ,terakhir melihat bahwa lawan sebenarnya tidak Minke dan para pengikutnya, melainkan dinamika dan energi dari suatu masyarakat.



Novel ini sebenarnya ingin mengangkat realita, bahwa segala sesuatu yang dilakukan rakyat Indonesia ( digambarkan sebagai sosok Minke) dimonitor oleh kolonialis (digambarkan sebagai sosok Pangemanann). Sosok Pangemanann digambarkan sebagai orang pribumi yang mengabdi ke kolonialis, alias tangan panjang mereka dalam rangka sebagai agen untuk mongontrol rakyat Indonesia.

Sekarang ini,di Indonesia banyak muncul tokoh mirip Pangemanann dengan berbagai wujud maupun kelompok. Wujud pengontrolan itu dapat berupa tokoh, kebijakan, organisasi maupun kerjasama. Terimakasih semoga artikel / resensi singkat ini bermanfaat bagi kita.
House of Glass - Rumah Kaca Novel Karangan Pramoedya Ananta Toer Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/novel-novella/2101371-house-glass-rumah-kaca-novel/
Resensi oleh:bogisubasti
Sebagian besar dari kita , mungkin tidak bisa menulis esai tanpa memakai referensi misalnya buku. Tapi tidak bagi Pram. Pramoedya Ananta Toer, dikenal sebagai Pram, tidak menggunakan catatan historis untuk menulis novel ini, sebenarnya itu memberitahu kita tentang sejarah Nusantara Beliau dituduh menjadi seorang pengelola Partai Komunis yang diduga melakukan pemberontakan 1965, dia diasingkan di Pulau Buru tanpa akses informasi. Selain itu, sebelum ia dimasukkan ke dalam penjara, semua buku yang ia telah kumpulkan selama bertahun-tahun, dibakar oleh militer pemerintah Orde Baru. Oleh karena itu, dia tidak bisa menggunakan referensi dalam novel ini. Tapi meskipun hanya mengandalkan daya ingatnya, data historis tentang apa yang dia tulis, sangat meyakinkan.



Dari judulnya, Arus Balik, bisa kita bayangkan bagaimana perubahan radikal terjadi. Memang, novel ini (historis) memberikan kita tentang perubahan karakter orang Nusantara. Sampai abad ke-15, orang-orang (terutama kerajaan Majapahit dan Sriwijaya), yang mampu menaklukkan banyak negara lain yang terletak di bagian utara Nusantara. Tapi setelah abad ke-15 (terutama setelah kedatangan armada Belanda ') mereka menjadi defensif, dalam arti bahwa saat ini bangsa Indonesia dikalahkan oleh negara-negara barat yang datang dari utara Nusantara. Arus balik merupakan tema besar yakni misalnya bahwa bangsa ini belum mampu secara optimal memproduksi barang, berbeda dengan dulu, Nusantara mampu menjual rempah-rempah ke luar negeri, tapi keadaan sekarang berbalik. Kita saat ini menjadi seorang yang konsumeristik. Arus ini sekarang berbalik , kita yang menjadi pangsa pasar, ataupun dengan kata lain, kita yang dikuasai. Semasa Gajah Mada, Arus bergerak dari Selatan ke Utara.

Arus Balik Novel Karangan Pramoedya Ananta Tour Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/books/novel-novella/2101451-arus-balik-novel-karangan-pramoedya/

Bunuh Aku Dalam Diriku

Oleh : Kader PMII Salatiga

Aku tidak mati

Hanya saja, aku sedang tertidur

Aku tidak buta

Hanya saja, mataku sedang lelah

Aku tidak pincang

Hanya saja,aku tak tahu kemana harus melangkah

Aku tidak gila

Hanya saja,otakku sedang ingin dimanja

Bangunkan aku.... kawan....!!!

Ajaklah aku untuk melihat kehidupan

Tuntun aku ....kawan...!!!

Ajaklah aku berjalan meniti perjuangan

Marahi aku....kawan....!!!

Agar aku,,tidak melekat pada diriku

Agar aku,,menjadi kita

Dan agar kita berguna bagi mereka

Dan bukankah kita tak mau disebut oportunis.....?

21 November 2010