Pelatihan Kader Dasar PMII Komisariat Djoko Tingkir Salatiga
Pelatihan Kader Dasar PMII Komisariat Djoko Tingkir Salatiga
Sabtu,, 31 Januari 2015 Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Asna menyelenggarakan Pelatihan pertanian, peternakan dan perikanan yang bertempat di Ponpes Putri Nurul Asna, Candran, Sidomukti, Salatiga. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Bapak Nasafi selaku ketua panitia dan juga dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Salatiga. Kegiatan tersebut di hadiri oleh beberapa tamu undangan sekaligus pemateri yaitu dari Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI), Bapak Endarto dari Dinas Peternakan, Bapak Hariyanto seorang penyuluh dari Dinas Pertanian dan Perikanan Salatiga dan Bapak Siswanto selaku Ketua Unit Pelayanan dan pengembangan (UPP) Perikanan Kota Salatiga. Untuk peserta dihadiri oleh , mahasiswa, perwakilan santri pondok pesantren dari kota Salatiga dan kabupaten Semarang, masyarakat sekitar kawasan ponpes Nurul Asna dan juga perwakilan dari beberapa Badan Semi Otonom dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Djoko Tingkir Salatiga diantaranya Sahabat Alam Salatiga dan Lembaga Kajian dan Jurnalstik.
Tujuan kegiatan tersebut diadakan yaitu untuk melatih kreatifitas para peserta dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Bapak Nasafi selaku ketua panitia menuturkan “tujuan kegiatan ini yaitu agar semua peserta pintar dalam bidang perikanan, peternakan dan pertanian. Hidup sekali harus pandai.”katanya. Dalam kegiatan tersebut selain materi juga ada praktek langsung dari Dinas Pertanian dan perikanan Kota Salatiga oleh Bapak Hariyanto berupa praktek fermentasi pangan ternak. Disitu peserta dilatih untuk membuat fermentasi pangan ternak dari mulai komposissi atau bahan-bahan yang di butuhkan untuk fermentasi pangan ternak sampai takaran yang sesuai untuk pencampuran bahan-bahan tersebut. Tujuan dari pembuatan fermentasi pangan tersebut diantaranya pangan bisa lebih irit, kotoran hewan tidak berbau dan hewan lebih bersih.
Dari peserta merasa sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Dapat dilihat dari respon mereka selama mengikuti kegiatan. Chudori, kader PMII “ banyak hal baru yang saya dapat diantaranya ada cara menanam padi, olah tanah, pilih bibit. Yang menarik ketika pemateri membahas tentang peternakan kambing dan lele. Kebetulan di rumah saya ada kambing dan lele.”katanya. Banyak peserta yang juga bertanya pada pemateri tentang bidang pertanian dan peternakan, terutama bagaimana cara mengolah tanah untuk pertanian dan bagaimana cara memberikan suplemen pangan ternak yang baik.
Setelah kegiatan selesai, dilanjutkan pemilihan ketua dan Badan Pengurus Harian (BPH) Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) daerah Salatiga. Dari ketua HIMSI menunjuk langsung calon para pengurus baru dari peserta dan harus berasal dari Kota salatiga. Salah satunya peserta yang terpilih yaitu Siti Ana anggota Sahabat Alam Salatiga dan juga kader PMII sebagai bendahara HIPSI daerah Salatiga. Ada sekitar sepuluh orang yang di tunjuk untuk menjadi pengurus, setelah itu calon pengurus baru terpilih langsung dilantik pada hari itu juga.
Harapan setelah diselenggarakannya kegiatan tersebut yaitu supaya kita menjadi manusia yang cerdas dan bisa menciptakan lapangan kerja selain itu kita bisa menjadi manusia yang religinya kuat, ekonominya kuat, keterampilannya kuat, management bicara dan hatinya juga kuat. Dan juga kita dapat menerapkan ilmu yang didapat dari kegiatan tersebut dan mengaplikasikannya ataupun mengajarkannya kepada orang yang menekuni bidang pertanian, perikanan dan peternakan.
Kamis, 29 Januari 2015, Rayon Tarbiyah Matori Abdul Djalil mengadakan kegiatan Dialog Interaktif yang bertema “Membedah Kebudayaan Islam di Indonesia” dengan mengundang Bapak Drs. Ilyas M.Ag, dosen dari UNNES sebagai pemateri dan Selasa Kliwon (SK) sebagai group pengiring musik. Kegiatan tersebut bertempat di Aula Pondok pesantren Edi Mancoro. Dialog Interaktif ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Djoko Tingkir Salatiga yang meliputi cabang PMII Komisariat joko Tingkir, Komisariat PMII, Rayon Syari’ah, alumni PMII dan beberapa ketua Badan Otonom PMII kota Salatiga, dan para santri pondok pesantren Edi Mancoro.
Tujuan kegiatan tersebut diadakan adalah untuk membangkitkan kembali para anggota Rayon Tarbiyah Matori Abdul Djalil yang beberapa bulan ini fakum. Mufti Abdurrohman selaku ketua panitia mengatakan “kegiatan dialog interaktif ini diadakan untuk menghidupkan kembali pengurus dan Badan Pengurus Harian (BPH) yang beberapa bulan ini sedikit fakum dan mengalami kemunduran.” tuturnya. Sempat diisukan pula mengenai kondisi Rayon Tarbiyah pada waktu itu untuk proses kaderisasi sempat mengalami kendala dan banyak pengurus Rayon Tarbiyah yang menjabat di wilayah kampus. Maka Rayon sebagai ujung tombak kaderisasi yang pertama dan itu tidak berjalan, maka seolah-olah proses kaderisasi itu tidak berjalan sesuai jalur yang di tetapkan. Untuk itu ketua rayon Tarbiyah, Agil Prasetyo berinisiatif untuk membangkitkan kembali pengurus Rayon Tarbiyah dan pada tanggal 6 januari 2015 ketua Rayon Tarbiyah mengkoordinir anggotanya untuk berkumpul membahas pelaksanaan Dialog Interaktif tersebut.
Sukma Arif Ibrahim selaku moderator acara menuturkan “bidikan dari panitia adalah menggali kebudayaan yang dulunya itu murni dari kebudayaan jawa asli atau kebudayaan hindu atau kebudayaan budha di Negara kita yang terintegrasi dari kebudayaan islam, dan merupakan sebuah alkuturasi dari kebudayaan islam, karena kalau kita menguak kebudayaan islam, hindu, budha tidak punya. Karena apa satu adalah budaya kita itu beralkurturasi dengan nilai-nilai keislaman.”
Harapan dari ketua panitia setelah di laksanakannya kegiatan tersebut adalah agar kedepannya sesuai dengan rencana awal yaitu menghidupkan kembali Rayon Tarbiyah Matori Abdul Djalil agar tidak tidak dipandang sebelah mata.
eLKaJe PMII Komisariat Djoko Tingkir Salatiga

